Image

Sistem Pemesanan Barang

 1. DIAGRAM KONTEKS DISTRIBUTION SYSTEM

Diagram konteks ini menggambarkan keterkaitan aliran-aliran data antara sistem dengan bagian-bagian luar.  Diagram konteks memberikan batasan yang jelas mengenai entitas yang berada diluar sistem yang sedang dibuat.

DFD

Gambar 1. Diagram Konteks Distribution System

2. Flow Map

Flow Map  yaitu diagram alir yang digunakan dalam penggambaran prosedur kerja dan aliran dokumen. Flow map merupakan penggambaran secara grafik dari langkah – langkah dan urutan prosedur dari suatu program. Flowmap berguna untuk membantu analis dan programer untuk memecahkan masalah kedalam segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif pengoperasian. Drawing1

Gambar 2. Flow Map Diagram Distribution System

Prosedur Kerja

1. Customer melakukan order barang

2. Materia stock room melakukan pengecekan barang

3. Bila barang ada,order dilanjutkan

4. Bila barang tidak ada maka dilanjutkan ke Purchase Order dan membuat faktur

5. Setelah membuat faktur,maka melakukan payment

6. Lalu melakukan shipping dan selesai

7. Pada material stock room,melakukan pengecekan barang dan diterima

8. Material stock room melakukan statement yang dilanjutkan ke proses management

9. Pada proses management dilakukan proses pembuatan faktur

10. Faktur diberikan kepada konsumen

11. Customer melakukan pembayaran

12. Proses Management selesai

3. DFD Pemesanan Barang 

Data Flow Diagram (DFD), adalah diagram yang mendokumentasikan sistem secara hirarkis. DFD terdiri dari arus data, proses, unsur-unsur lingkungan. Dari Diagram Konteks di atas maka diambil permisalan contoh Pemesanan Barang. dfd2

Gambar 3. DFD Pemesanan Barang

4. Kamus Data 

Kamus data atau data dictionary adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Dengan kamus data analis sistem dapat mendefinisikan data yang mengalir di sistem dengan lengkap. Pada tahap analisis sistem, kamus data digunakan sebagai alat komunikasi antara analis sitem dengan pemakai sistem tentang data yang mengalir ke sistem, yaitu tentang data yang masuk ke sistem dan tentang informasi yang dibutuhkan oleh pemakai sistem. Pada tahap perancangan sistem, kamus data digunakan untuk merancang input, merancang laporan-laporan dan database. Kamus data dibuat berdasarkan arus data yang ada di Data Flow Diagram (DFD). Arus data di DFD sifatnya adalah global, hanya ditunjukkan nama arus datanya saja. Keterangan lebih lanjut tentang struktur dari suatu arus data di DFD secara lebih terinci dapat dilihat di kamus data.

Data Store

1. Data Barang = @idBarang + namaBarang + JlmBarang + harga + satuan

2. Data Supplier = @idSupplier + namaSupplier + alamat + noTelp

3. Pemesanan = @noPemesanan + namaPemesanan + tglPemesanan + {pesan} + totalHarga

Keterangan : pesan = satuan + jmlBarang + harga

Data Flow

1. Barang = idBarang + namaBarang + jmlBarang + harga + satuan

2. Supplier = idSupplier + namaSupplier + alamat + noTelp

3. Pesanan = noPemesanan + namaPemesanan + tglPemesanan + {pesan} + totalHarga

4. jmlBarang = idBarang + namaBarang + jmlBarang

5. ItemBarang = idBarang + namaBarang + jmlBarang

6. PO = noPemesanan + namaPemesanan + tglPemesanan + {pesan} + totalHarga

Keterangan : pesan = satuan + jmlBarang + harga

idBarang = 1 {character} 10

namaBarang = 1 {character} 30

jmlBarang = 1 {numeric} 3

harga = 1 {numeric} 12

satuan = 1 {character} 8

idSupplier = 1 {character}10

namaSupplier = 1 {character}

20 alamat = 1 {character} 30

noTelp = 1 {numeric}12

noPemesanan = 1 {numeric} 5

namaPemesanan = 1 {character} 20

tglPemesanan = *format date* = dd/mm/yyyy

totalHarga = 1 {numeric} 12

character = [A-Z|a-z|0-9|-.,] numeric = [0-9]

5.  ERD Pemesanan Barang

  Entity relationship diagram merupakan diagram yang digunakan untuk memodelkan basis data relasional. Dalam pembuatan ER Diagram yang harus diperhatikan yaitu diagram yang terbentuk tidak boleh terbentuk diagram siklik. Komponen ER Diagram terdiri dari atribut, entitas, dan relasi.

aa copy

Gambar 4. ERD Pemesanan Barang

6. Interface Program 

1mm

1mm

1mm

7. Pengujian

Pengujian perangkat lunak merupakan proses yang dilakukan untuk menguji dan memverifikasi perangkat lunak sesuai dengan requirment-requirement yang telah ditetapkan untuk mendesain dan mengembangkan perangkat lunak tersebut. .Terdapat dua jenis pengujian yaitu, Black-Box Testing dan White-Box Testing

  • Black-Box Testing

Tabel Pengujian Pemesanan Barang 

pemesanan

Tabel Pengujan Kelola Barang

pemesanan

Tabel Pengujian Kelola Supplier

Paper (2) pemesanan

  • White-Box Testing

White Box Testing merupakan cara pengujian dengan melihat ke dalam modul untuk meneliti kode-kode program yang ada, dan menganalisis apakah ada kesalahan atau tidak. Jika ada modul yang menghasilkan output yang tidak sesuai dengan proses bisnis yang dilakukan, maka baris-baris program, variabel, dan parameter yang terlibat pada unit tersebut akan dicek satu persatu dan diperbaiki, kemudian di-compile ulang.

Diagam UML

1. Usecase Diagram
Diagram Use Case adalah diagram yang menunjukkan fungsionalitas suatu sistem atau kelas dan bagaimana sistem tersebut berinteraksi dengan dunia luar dan menjelaskan sistem secara fungsional yang terlihat user. Biasanya dibuat pada awal pengembangan. Use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem.

usecase

                                                                 Gambar 8. Usecase Diagram 

2. Class diagram
Class diagram adalah sebuah class yang menggambarkan struktur dan penjelasan class, paket, dan objek serta hubungan satu sama lain seperti containment, pewarisan, asosiasi, dan lain-lain. Class diagram juga menjelaskan hubungan antar class dalam sebuah sistem yang sedang dibuat dan bagaimana caranya agar mereka saling berkolaborasi untuk mencapai sebuah tujuan.

class diagram

3. Sequence Diagram
Diagram sequence merupakan salah satu yang menjelaskan bagaimana suatu operasi itu dilakukan; message (pesan) apa yang dikirim dan kapan pelaksanaannya. Diagram ini diatur berdasarkan waktu. Obyek-obyek yang berkaitan dengan proses berjalannya operasi diurutkan dari kiri ke kanan berdasarkan waktu terjadinya dalam pesan yang terurut.

1mm

2

4. State Diagram
State diagram menunjukkan siklus hidup dari obyek tunggal, dari saat dibuat sampai obyek tersebut dihapus. Diagram ini adalah cara tepat untuk memodelkan perilaku dinamis sebuah kelas. Statechart diagram tidak dibuat untuk setiap kelas, bahkan kadang-kadang untuk suatu proyek system informasi tidak menggunakan sama sekali.

Referensi 

[1]          Informatics Laboratory. 2010. Modul Praktikum Basis Data. Bandung: Fakultas Informatika Institut Teknologi Telkom Bandung

[2]          Informatics Laboratory. 2011. Modul Praktikum Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Bandung: Fakultas Informatika Institut Teknologi Telkom Bandung

SISTEM INFORMASI PADA PT PINKFAB MODA INDONESIA

ABSTRAKSI

              Pada penugasan kali ini kami hendak mempelajari proses bisnis jual beli barang secara online. Terkait dengan penugasan ini kami mengambil salah satu model bisnis pada perusahaan PT PINKFAB MODA INDONESIA. Perusahaan ini menjalankan bisnis yang bergerak dibidang perdagangan pakaian jadi wanita.

Dalam studi kasus ini kami membuat Data Flow Diagram (DFD) Level 0, FlowMap, Diagram Konteks. Diagram-diagram ini kami buat yang nantinya akan memudahkan kita dalam mengetahui lebih dalam lagi mengenai perusahaan ini dan bagaimana proses bisnis perusahaan tersebut berjalan.

Dengan adanya ulasan ini kami berharap ulasan ini dapat memberikan gambaran secara umum mengenai suatu proses bisnis di sebuah perusahaan terutama perusahaan yang bergerak di bidang online marketing.

Kata Kunci : bisnis, DFD, FlowMap,Diagram Konteks, online marketing.

Latar Belakang

Perusahaan yang akan kami tinjau adalah PT PINKFAB MODA INDONESIA, perusahaan ini bergerak dalam bidang perdagangan pakaian jadi wanita secara online. Perusahaan ini menjadi menarik untuk kami pelajari lebih dalam karena perusahaan ini menangani garansi atau tukar barang bila ternyata barang yang dipesan tidak sesuai dengan pesanan dan dalam proses pemesananannya tidak perlu log in sebagai anggota terlebih dahulu, hanya mengirimkan konfirmasi melalui email saja, jadi cukup praktis dan mudah bagi penggunanya.

Berangkat dari berbagai alasan tersebut kami mencoba untuk mempelajari lebih lanjut lagi bagaimana aliran data perusahaan tersebut. Kami mempelajari proses tersebut dengan mencoba membuat Data Flow Diagram (DFD) Level 0, FlowMap, dan juga Diagram Konteks dari proses bisnis tersebut. DFD dari perusahaan ini menggambarkan bagaimana aliran data dari perusahaan tersebut. FlowMap akan menjelaskan hubungan antara siapa saja yang terlibat dari sistem dan bagaimana proses data tersebut. Sedangkan Diagram Konteks menjelaskan proses bisnis di perusahaan ini secara keseluruhan.

Diagram Konteks :

konteks

DFD Level 0 :

1

Flow Map Diagram :

975671_596172600400413_1806608435_n

Basis Data Perpustakaan

A. ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD)

ERD di atas relasi antara entitas Buku dengan entitas Mahasiswa membentuk suatu entitas baru, yaitu sebuah entitas dipinjam (nama relasi dijadikan nama entitas baru tersebut). Kemudian, terbentuk sebuah relasi antara entitas dipinjam dengan entitas RekapPeminjaman dengan relasi direkap. Hal tersebut dinamakan sebuah hubungan agregasi.Agregasi merupakan suatu kasus yang menunjukkan adanya relasi yang secara kronologis mensyaratkan adanya relasi dengan suatu himpunan relasi.

B.      TABEL RELASI 

  1. Entitas dengan kaardinalitas satu ke satu (1-1)

Tabel relationalnya menjadi:

  • Entitas Petugas lebih kuat daripada entitas RekapPeminjaman

  • Entitas RekapPeminjaman lebih kuat daripada entitas Petugas

2. Entitas dengan kardinalitas satu kebanyak (1 ke N)

Contoh yang terdapat pada ERD perpustakaan :

Table Relational :

3. Entitas dengan kardinalitas banyak ke banyak (N ke M) Maka table yang terbentuk ada tiga yaitu:

  • Tabel bentukan dari Entitas 1 yang terdiri atas kolom PK1 dan Atribut Non PK1.
  • Tabel bentukan dari Entitas 2 yang terdiri atas kolom PK2 dan Atribut Non PK2.
  • Tabel bentukan dari Relasi yang terdiri atas Atribut Relasi, PK1 dan PK2.

Contoh yang terdapat pada ERD perpustakaan :

Tabel Relational:

4.Entitas dengan kasus agregasi

Contoh yang terdapat pada ERD perpustakaan :

Tabel Relational :

Tabel RELASI PERPUSTAKAAN

  C. UJI NORMALISASI

Normalisasi merupakan sebuah teknik dalam logical desain sebuah basis data yangmengelompokkan atribut dari suatu relasi sehingga membentuk struktur relasi yang baik (tanpa redudansi). Normalisasi adalah proses pembentukan struktur basis data sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan. Tujuan normalisasi :

  • Untuk menghilang kerangkapan data
  • Untuk mengurangi kompleksitas
  • Untuk mempermudah pemodifikasian data

Tahapan Normalisasi

 

Bentuk keluaran Kartu Peminjaman Perpustakaan

Unnormalized Form

Merupakan bentuk tidak normal.

Untitled

1NF (Normalisasi Bentuk 1)

KARTU PEMINJAMAN PERPUSTAKAAN

Diagram Ketergantungan Fungsional

Untitled

2NF (Normalisasi Bentuk 2)

TABEL MAHASISWA

Untitled

TABEL PEMINJAMAN

3NF (Normalisasi Bentuk 3)

TABEL BUKU

Untitled

TABEL DIPINJAM

Untitled

 

   D  DATA DEFINITION LANGUAGE (DDL) DAN DATA MANIPULATION LANGUAGE (DML)

vData Definition Language (DDL)

Skema basis data dispesifikasikan oleh sekumpulan definisi dengan sebuah bahasa khusus yang disebut Data Definition Language (DDL). Hasil kompilasi DDL berupa tabel-tabel yang disimpan dalam sebuah file yang disebut data dictionary (kamus data) atau data directory.DDL merupakan bagian dari perintah SQL untuk membuat, memodifikasi atau menghapus struktur basis data Oracle. Suatu DDL akan dieksekusi apabila sudah diakhiri dengan ‘;’ (titik koma).

1.   CREATE TABLE

Perintah Create Table digunakan untuk membuat / mendefinisikan sebuah tabel baru.

Contoh :

2. CREATE VIEW

View merupakan sebuah tabel semu / tabel lojik, dimana datanya berasal dari satu atau lebih tabel lain yang disebut sebagai tabel sumber.

Contoh :

3.  CREATE SEQUENCE

Sequence digunakan untuk mengenerate angka angka unik secara otomatis. Biasanya sequence diaplikasikan untuk membentuk primary key secara otomatis.

Contoh :

4. CREATE SYNONYM

 Synonym digunakan untuk membuat nama alias bagi sebuah tabel, view atau sequence.

Contoh :

CREATE SYNONYM mhs FOR mahasiswa

;

5. CREATE USER

Create user digunakan untuk mendefinisikan user baru beserta passwordnya.

Contoh :

CREATE USER basdat

IDENTIFIED BY d3if3502;

6.  DROP TABLE

Perintah ini digunakan untuk menghapus definisi tabel pada ORACLE yaitu semua data dan indeks yang dimiliki tabel.

                             Contoh :

DROP TABLE mahasiswa CASCADE CONSTRAINT;

7.   MODIFY 

  Digunakan untuk mengubah definisi (tipe data, constraint, atau ukuran size dari suatu tipe data) suatu kolom.

Contoh :

      ALTER TABLE mahasiswaMODIFY no_telfon varchar2(13);

8.   RENAME

Perintah ini digunakan untuk mengubah nama tabel, view, sequence dan synonym.

                           Contoh :

             RENAME mahasiswa TO college;

9.  TRUNCATE 

Oracle menyediakan TRUNCATE statement untuk menghapus seluruh data dari suatu tabel tanpa menghapus tabel yang ada (yang dihapus isi tabelnya saja, tabel menjadi kosong). Berikut adalah perintah Truncate:

Contoh :

      TRUNCATE TABLE mahasiswa

10. DROP

                                      Untuk mengahapus seluruh table yang ada beserta datanya.

Data Manipulation Language (DML)

Data Manipulation Language merupakan bahasa yang memungkinkan pengguna untuk mengakses dan mengubah data yang sesuai dengan model datanya seperti:

  • Pengambilan informasi yang disimpan dalam basis data
  • Penyisipan informasi baru ke basis data
  • Penghapusan informasi dari basis data
  • Modifikasi informasi yang disimpan dalam basis data

Query adalah ‘permintaan data’ berupa bahasa bisnis, untuk mengolah data dalam tabel-tabel menjadi satu informasi yang bisa dimengerti. Bagian dari DML yang menangani pengambilan informasi ini disebut bahasa query. Query bisa berdasarkan pada satu tabel saja, atau pada dua/lebih tabel, ataupun berdasarkan pada query yang telah ada.

  1.   INSERT

Berfungsi untuk menambahkan baris baru ke table.

Contoh :

Untitled

   2. UPDATE

Berfungsi untuk memodifikasi nilai pada baris tabel.

Contoh:

Untitled

      3. DELETE

Berfungsi untuk menghapus baris tunggal atau lebih dari satu baris berdasarkan kondisi tertentu.

Contoh :

      4. SELECT

Untuk menampilkan semua table yang terdapadat di dalam data base.

Contoh :

     5. IN dan NOT IN

Operator IN dan NOT IN digunakan untuk membandingkan sebuah nilai terhadap nilai di dalam (IN) atau di luar  (NOT IN) sebuah list. Bentuk umumnya adalah :

Contoh :

6.LIKE dan NOT LIKE

Operator LIKE dan NOT LIKE digunakan untuk mencari suatu nilai bertipe string dengan membandingkan susunan karakternya. Bentuk umumnya :

Contoh :

Menampilkan nama mahasiswa yang diawali dengan huruf ‘S’

7. Menampilkan nama mahasiswa dan NIM dari table mahasiswa dimana nama mahasiswa berawalan A atau S dan diurutkan secara descending.

Contoh :

8.  Menampilkan nama petugas dan tanggal pinjam dari table petugas dan table dipinjam dengan kondisi tgl_pinjam=’21-Nov-2012′.

Contoh :

        9.KOLOM KONKAT

Operator konkat (||) atau penggabungan digunakan untuk menghubungkan suatu kolom dengan kolom lain, ekspresi aritmatik atau nilai konstan untuk membentuk ekspresi karakter.

Contoh :

 

 

 

 

TABLE EXAMPLE

Untitled

Untitled

Untitled

Untitled

Untitled

 

           

       10.DISTINCT

Menampilkan nama mahasiswa yang ada di tabel mahasiswa

Contoh :

SELECT DISTINCT nama

FROM mahasiswa;

================================================================================

MAKALAH

http://www.mediafire.com/view/?ovnr5zo8jaqkd38

SLIDE PRESENTASI

http://www.mediafire.com/view/?io4dj3nnjaxdqtc